


Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Balangan meninggalkan dampak bukan hanya material tetapi juga pada fungsi ruang sosial dan spiritual masyarakat. Salah satu fasilitas yang terdampak adalah Masjid Nurul Ikhsan, yang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial komunitas. Pada 23 Januari 2026, Tim TurunTangan Banjarmasin bersama UPZ Bakti Bersama turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan pascabanjir, dengan fokus pada pemulihan fungsi masjid dan fasilitas pendukungnya. Tim relawan melakukan pendampingan langsung bersama pengurus masjid untuk memetakan kebutuhan prioritas, memastikan bantuan yang diberikan relevan serta berdampak jangka panjang. Proses kolaboratif ini tidak hanya sekadar serah terima bantuan, melainkan dialog dengan warga dan pengurus untuk merumuskan skala prioritas pemulihan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa aksi pascabencana yang efektif harus memperhatikan ketepatan kebutuhan, bukan hanya kecepatan distribusi.



